Bahan Pembersih



MATERI MELAKSANAKAN PROSEDUR PEMBERSIHAN DI TEMPAT KERJA

KEGIATAN BELAJAR 1
A.      KLASIFIKASI PERALATAN
·         Peralatan Pengolahan
1.       Alat Pemanas
Ø  Tungku
Ø  Anglo
Ø  Keren
Ø  Kompor Minyak Tanah, ada 2 yaitu; kompor sumbu asbes, kompor sumbu lawe
Ø  Kompor Gas
Ø  Pornes Gas “Range”
Ø  Oven
2.       Alat Pengukus
Ø  Dandang dan Kukusan
Ø  Soblugan atau Langseng
Ø  Risopan
Ø  Klakat
3.       Alat Perebus
Ø  Kastrol
Ø  Panci
Ø  Panci Tim
Ø  Panci dengan Lapisan Teflon
Ø  Pressure Cooker
4.       Alat Penggorengan
Ø  Wajan
Ø  Panci Dadar
Ø  Panci Penggoreng yang dilengkapi dengan saringan
5.       Alat Bantu Pengolahan
Ø  Blender
Ø  Food Processor
Ø  Mixer
·         Peralatan Hidang
1.       Alat Hidang
Alat untuk menyajikan makanan. Biasanya terbuat dari porselen, tanah liat, kaca, melamin, plastik, kayu, bambu, tempurung, glugu.
2.       Alat Makan dan Minum
Alat-alat  yang dipergunakan untuk makan dan minum. Biasanya terbuat dari porselen,  tanah liat, keramik, kaca, melamine, stainless steel, silver, kayu, glugu, tempurung, dll. Model dan bentuknya bermacam-macam.

B.      MACAM-MACAM BAHAN PEMBERSIH




Bahan Pembersih adalah suatu bahan yang dipergunakan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan, kotoran, debu dan noda serta benda-benda yang merusak pandangan.
Bahan Saniter adalah bahan kimia yang dipergunakan untuk membunuh, menginaktifkan mikroorganisme yang merugikan.
1.       Bahan Pembersih
Jenis-jenis Bahan Pembersih
  a.       Bahan Pembersih Kimia, antara lain ;
1)   Sabun;  dipergunakan untuk membersihkan kain, karet, dan bulu.
2)   Pengkilap  (Polishes);  dipergunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu dan logam
3)   Abrasif;  dipergunakan untuk keramik dan permukaan enamel
4)   Asam; dipergunakan untuk kotoran yang susah bersih di peralatan dari logam seperti karat.
5)   Basa; dipergunakan untuk kotoran kerak cair yang lengket seperti lantai kamar mandi.
6)   Pelarut (Solvent); digunakan untuk melarutkan lemak dan minyak (bensin dan thinner)
7)   Detergent; dari tumbuh-tumbuhan.
§ Sifat-sifat Bahan Pembersih Kimia :
1)   Larut dalam air, artinya bila bahan pembersih dicampur air mudah menyatu.
2)   Dapat diukur, dimaksudkan adanya label aturan dosis pemakaiannya yang jelas dan mudah dimengerti.
3)   Tidak Beracun, tidak lengket dan tidak korosif.
4)   Ekonomis, artinya harganya tidak mahal namun berkualitas.
5)   Stabil dalam penyimpanan, artinya bila bahan pembersih tersebut disimpan dalam jangka waktu lama, tidak mengalami perubahan warna, bau, dan bentuk.  
b.      Bahan Pembersih Alami
1)   Garam Dapur; dapat dipergunakan untuk pembersih saluran pipa yang tersumbat dan dapat digunakan sebagai bahan penggosok (abrasif)
2)   Cuka, jeruk nipis dan belimbing wuluh digunakan untuk menghancurkan noda karat dan lumpur.
3)   Klerak, daun kembang sepatu, daun waru dan daun nilem digunakan sebagai sabun untuk membersihkan kain.
c.       Bahan Saniter (Pembasmi Kuman)
1)   Air panas, digunakan untuk membunuh bakteri pada alat. Jika menggunakan suhu sampai 170 ⁰C alat direndam selama 30 detik.
2)   Senyawa kimia yang mengandung chlor (Cl), Yodium (I), dan Quantennary Amonia.

§  Sifat Bahan Saniter
1)   Spektrum aktifitas yang luas, yaitu dapat mematikan bakteri, spora dan jamur.
2)   Tidak beracun dan tidak menimbulkan iritasi.
3)   Stabil.
4)   Mudah digunakan.
Penyimpanan Bahan Pembersih :
ØDi kelompokkan menurut jenisnya
ØDitempatkan pada tempat yang telah ditentukan
ØDitutup dengan ketat dan rapi
ØSebaiknya setiap tempat atau container berisi nama atau merek bahan pembersih.
Perhatikan Petunjuk-petunjuk tertentu, antara lain:
a.    Jangan ditaruh dekat dengan korek api
b.   Jangan di balik
c.    Disimpan ditempat yang teduh
d.   Ditutup rapat

2.       Alat Bantu Pembersih
Alat bantu pembersih adalah alat yang dipergunakan untuk membawa atau menghilangkan kotoran berupa debu, lemak, sisa makanan dan bercak makanan. Alat bantu yang dipergunakan antara lain  adalah rapes, sabut kelapa, sepong, steelwool, sikat, kuas dan sapu kecil.






KEGIATAN BELAJAR 2
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas bahan pembersih :
1)      Sifat  air, apakah lunak atau kuat
2)      Pemilihan sabun yang tepat untuk mencuci alat
3)      Jenis dan banyaknya kotoran
4)      Suhu yang tepat dimana sabun bekerja paling efektif
5)      Jangka waktu yang diperlukan sabun untuk bisa efektif
Teknik Pembersihan Perabot dan Peralatan
Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat pembersihan alat antara lain :
1)      Memeriksa bahan dasar/asal bahan
2)      Memeriksa tingkat kekotoran alat (kotor ringan, sedang, berat)
3)      Menyiapkan alat dan bahan pembersih yang sesuai dengan bahan dasar dan tingkat kekotoran
4)      Menyesuaikan teknik pembersihan dengan peralatan yang akan dibersihkan
5)      Mengulang pembersihan bila hasilnya kurang memuaskan
Cara Pembersihan :
Langkah-langkah pembersihan :
1)      Membersihkan sisa-sisa kotoran
2)      Merendam dalam air sabun panas
3)      Menggosok/menyikat
4)      Membilas dengan air sabun dingin/panas
5)      Meniriskan
6)      Mengeringkan dengan cara diangin-anginkan
7)      Menyimpan pada lemari atau rak alat serta menghitung jumlahnya

Cara Pembersihan Beberapa Alat-alat Boga
a.       Cara Pembersihan Pesawat Masak :
ü  Pastikan tombol (alat pemutar) menunjukkan tanda “off”
ü  Selama memasak usahakan air atau masakan tidak menetes di atas kompor
ü  Bersihkan seluruh kompor setiap hari setelah digunakan terutama lubang perapian jangan sampai tersumbat
ü  Bersihkan seluruh pesawat masak gas
ü  Seluruh pesawat masak dapat dicuci dengan air sabun bila teralu kotor
ü  Laporkan bila terdapat kebocoran atau kerusakan pesawat masak
b.      Cara pembersihan Alat  Pengukus
ü  Bersihkan alat pengukus dan diangin-anginkan sampai lekas kering
ü  Rendam bagian panci yang berlubang bila ada sisa bahan makanan  yang masih tertinggal dipanci bagian bawah agar lekas lunak dan mudah dibersihkan
ü  Cuci dengan air sabun dan dikeringkan serta disimpan dalam rak penyimpanan
c.       Cara Pembersihan Alat Perebus
ü  Perlu diperhatikan ukuran panci dan bahan pembuatannya ketika akan dipergunakan untuk memasak
ü  Panci aluminium tidak boleh dipergunakan untuk memasak yang asam, karena akan terjadi reaksi yang berpengaruh pada bau, rasa, dan warna. Bentuknya dapat berubah bila terbentur benda keras atau jatuh.
ü  Panci berlapis email dapat dibuat beraneka warna yang cantik dan menarik. Lapisan email dapat dengan mudah lepas bila tersentuh benda keras atau jatuh, sehingga panci akan berkarat, lama kelamaan akan berlubang.
ü  Bahan panci yang terbuat dari stainless steel harganya lebih mahal, sifatnya kuat, tahan asam serta tidak berubah bentuk
ü  Cara pembersihan panci dari semua bahan hamper sama. Cuci dengan air sabun, bilas dengan air bersih dan keringkan serta disimpan dalam lemari/rak alat
ü  Bila panci berkerak rendam bagian dalam beberapa saat sehingga mudah dibersihkan. Untuk panci aluminium jangan digosok dengan alat bantu yang keras karena akan meninggalkan goresan dan dapat berubah bentuk.
d.      Cara Pembersihan Alat Penggorengan
ü  Alat penggorengan yang terbuat dari aluminium mudah panas dan mudah berubah bentuk. Sedangkan panci dengan bahan dasar besi mudah berkarat dan pecah bila terjatuh
ü  Perawatan untuk wajan dari besi tuang harus diolesi dengan minyak goring bila akan disimpan
ü  Pencucian alat goring dengan menggunakan sabun, dibilas dengan air bersih, lebih baik lagi apabila mempergunakan air panas untuk menghilangkan sisa minyak yang tertinggal. Selanjutnya dikeringkan dan disimpan di rak/lemari penyimpan.
Ingat : Untuk alat penggorengan yang dilapisi Teflon tidak boleh dibersihkan dengan alat yang kasar (digosok)
Cara pembersihan alat makan minum, alat hiding serta alat masak lainnya :
              Apabila pekerjaan mencuci alat makan minum dan hiding adalah pekerjaan sehari-hari serta selalu dalam jumlah yang besar (lebih dari 100 buah), maka akan timbul masalah. Untuk itu perlu dipraktekkan hal-hal berikut :
Ø Buang sisa makanan kedalam tong sampah, dengan menggunakan sapu lidi kecil dan letakkan piring kotor menjadi satu demikian pula kelompok gelas menjadi satu lagi. Sendok garpu dikumpulkan dalam satu bak kemudian dibawa ke tempat cucian piring
Ø Cara pencucian alat ini tidak berbeda, yaitu dicuci dalam air sabun, dibilas dengan air bersih dan paling baik dengan air hangat, karena akan menghilangkan lemak dan mudah kering. Selanjutnya disimpan dalam lemari/rak penyimpanan.
        





PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN ALAT BOGA                            
                                   I.            BAHAN LOGAM
a.       Aluminium
Ø  Berhati-hatilah mempergunakan agar bentuknya tidak berubah
Ø  Hindari pemakaian bahan pembersih yang mengandung soda, karena dapat merusakkan permukaannya. Pergunakanlah bahan pembersih yang tidak mengandung soda, bilas sampai bersih dan keringkan dengan baik
Ø  Jangan mempergunakan steelwool atau serabut baja, karena akan menimbulkan goresan-goresan pada permukaannya. Noda gosong dapat dihilangkan dengan merebus sisa-sisa buah atau sayuran yang mengandung asam di dalamnya.

b.      Stainless Steel
Ø  Garam atau bahan makanan yang asin jangan dibiarkan di dalamnya, karena akan mengakibatkan munculnya bintik-bintik noda pada permukaannya. Bersihkan alat tersebut setiap kali selesai digunakan
Ø  Hindarkan penggunaan panas lebih dari 450⁰ C agar warna alat tidak luntur dan tidak berubah bentuk. Jangan mempergunakan alat kosong di atas api.

                                 II.            BAHAN NON LOGAM
a.       Porselen
Ø  Hati-hati mempergunakannya karena gampang pecah
Ø  Setelah dicuci dikeringkan untuk penyimpanannya
Ø  Bila perlu dapat mempergunakan obat gosok dengan mempergunakan kain lembut atau spons
b.      Keramik
Ø  Lebih rapuh dari porselen, oleh karena itu harus hati-hati menggunakannya
Ø  Tidak tahan dengan panas yang sangat tinggi, kecuali yang dibuat tahan panas
Ø  Dapat menimbulkan retak-retak yang lama-kelamaan menjadi hitam dan dapat dibersihkan kembali
c.       Kaca
Ø  Termasuk alat pecah belah seperti gelas, pyrex, dan logam berlapis email. Hati-hati menggunakannya agar tidak retak, sumbing atau pecah
Ø  Jangan dipanaskan, untuk kaca tahan panas dipergunakan melebihi ketahanannya
Ø  Setelah dicuci keringkan dan simpan ditempat yang aman
d.      Plastik
Bahan plastik umumnya dipergunakan untuk alat bantu pengolahan misalnya ember, baskom, piring, mangkok, sendok gagang (pegangan) pada alat pengolahan. Bahan dasar plastik terdiri dari dua jenis yaitu ;
Ø  Golongan thermoplast, bahan ini tidak tahan panas pada suhu tertentu. Plastik dengan bahan dasar ini dipergunakan sebagai alat bantu yaitu baskom, ember, piring, dan sebagainya
Ø  Golongan thermohard, bahan dasar ini tahan terhadap panas dan dipergunakan sebagai bahan dasar pembuatan kuping panci, gagang panci maupun gagang peralatan boga lainnya
Ø  Untuk membersihkannya dapat menggunakan sabun dan air panas
e.      Karet
f.        Chroom
g.       Baja
h.      Besi
i.         Kuningan
j.        Kayu
k.       Lapisan Teflon
















































PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN BAHAN PEMBERSIH


NO
Jenis Bahan Pembersih
Karakteristik dan Kegunaan
1
Air
Berupa bahan cair yang jernih, bahan ini mudah didapat, murah dan dapat dipakai sebagai bahan pencampur dari bahan pembersih lain misalnya detergent, multipurpose cleaner dan sebagai bahan pembilas
2
Deterjen
Berbentuk bubuk, berbutir halus, batangan, cair atau cream. Dapat dipergunakan sebagai bahan pembersih untuk peralatan dari bahan dasar plastic, vinyl, keramik, kulit, metal, porselin.
3
Strippers
Berbentuk cair. Bahan ini dapat digunakan untuk mengangkat lapisan/sealer dan finisher serta menghancurkan daya metal lock yang terdapat pada lapisan itu (untuk membersihkan lantai yang akan dilapisi). Stripper digunakan pada lantau resilient dan lantai keras. Contoh stripper : Wax strip, freedom
4
Sealers
Berbentuk cair. Bahan pembersih yang berfungsi untuk melapisi lantai atau kayu, serta lantai yang memilki banyak pori-pori. Contoh : gym finish (lantai kayu), Fortify (lantai keras/teraso/semen). Teqnique (lantai lunak)
5
Polisher/Pengkilap
Berbentuk cairan, krim/pasta. Bahan pembersih yang berfungsi juga sebagai bahan pengkilappada objek pembersihan yang terbuat dari bahan dasar kayu, metal, kaca, kulit, dan marmer. Bahan ini juga berfungsi untuk merawat agar tidak cepat rusak/kusam. Masing-masing bahan pembersih/pengkilap akan digunakan pada masing-masing objek yang berbeda sesuai dengan fungsinya, misalnya : politur untuk kayu, semir untuk kulit, glass cleaner untuk kaca dan pastablanka untuk marmer
6
Abrasive
Abrasive adalah zat kimia seperti pasir yang digunakan untuk menghilangkan kotoran yang berat dan untuk pemoles. Abrasives dapat juga digunakan secara aman untuk stainless steel, keramik, perlengkapan makan. Bagaimanapun bahan pembersih ini dapat merusak permukaan marmer atau fiberglass.
7
Disinfectant
Berbentuk cair. Bahan pembersih yang sekaligus juga berfungsi membunuh kuman dan bakteri, misalnya pada ruang dapur, toilet atau pesawat telepon yang dipakai oleh umum
8
Acid/Asam
Berbentuk cair. Dikenal sebagai bahan pembersih yang bersifat asam, dapat diperoleh dari perasan jeruk nipis, asam cuka atau bahan kimia lainnya. Harus hati-hati dalam penggunaannya karena dapat merusak objek pembersihan jika salah dalam penggunaannya
9



Previous
Next Post »
5 Komentar
avatar

Sangat bermanfaat terima kasih

Balas
avatar

Bahan baku pembersihnya apa?

Balas
avatar

Menangkan Jutaan Rupiah dan Dapatkan Jackpot Hingga Puluhan Juta Dengan Bermain di www(.)SmsQQ(.)com

Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
-Situs Aman dan Terpercaya.
- Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
- Proses Setor Dana & Tarik Dana Akan Diproses Dengan Cepat (Jika Tidak Ada Gangguan).
- Bonus Turnover 0.3%-0.5% (Disetiap Harinya)
- Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
-Pelayanan Ramah dan Sopan.Customer Service Online 24 Jam.
- 4 Bank Lokal Tersedia : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

8 Permainan Dalam 1 ID :
Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker - Bandar66

Info Lebih Lanjut Hubungi Kami di :
WA: +855968010699
Skype: smsqqcom@gmail.com

Balas